Detik-detik SBY Ajak Kader Demokrat ‘Perang’: Dunia Politik Tidak Seindah yang Kita Bayangkan

Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, trending YouTube.

Dalam pernyataannya, SBY menekankan beberapa hal. Pertama, KLB yang dilakukan mantan kader Demokrat ilegal alias tidak sah.

Sebab, KLB harus memenuhi beberapa syarat. Misal, diusulkan 2/3 DPD, namun tak ada satupun DPD yang mengusulkan KLB Deli Serdang.

Baca Juga: Kronologi Kisruh Partai Demokrat, Kegeraman SBY hingga Terpilihnya Moeldoko Sebagai Ketum Demokrat Versi KLB

Lalu, sesuai aturan, KLB setidaknya diusulkan 50 persen DPC. Namun KLB Deli Serdang beberapa waktu lalu hanya ddiusulkan 7 persen DPC.

Kemudian, pelaksanaan KLB harus mendapatkan persetujuan majelis partai. Namun sebagai Ketua Majelis Partai Demokrat, SBY tidak pernah menyetujuinya.

“Semua persyaratan diselenggarakannya KLB, gagal dipenuhi. KLB tidak sah dan ilegal,” tutur dia.

Mantan Presiden RI ini pun menuding Moeldoko tidak paham UU Partai Politik.

Pada kader Demokrat, SBY memahami apa yang dirasakan mereka. Para kader pasti merasakan marah dan terhina oleh tindakan para pengkhianat.

“Untuk kader Demokrat, saya rasakan apa yang kalian rasakan. Saudara pasti marah, terhina, diperlakukan sewenang-wenang, geram pada pengkhianat yang diimingi uang dan kedudukan. Rasanya ingin membalas perbuatan mereka,” kata dia.

“Namun sebagai orangtua di partai ini, saya tetap meminta sabar dan ikhtiar untuk mendapat keadilan sejati,” ungkapnya.

SBY percaya, Jokowi memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi upaya pendongkelan dan perebutan kepemimpinan Partai Demokrat.

SBY juga percaya, negara dan pemerintah akan bertindak adil dan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku. Baik itu konstitusi hukum, AD/ART secara hukum juga mengikat.

“Dunia politik tidak seindah yang kita mimpikan. Gangguan terhadap PD belum usai, mari makin bersatu dan merapatkan barisan. Di bawah kepemimpinan AHY saya mengajak kader untuk berjuang bersama sampai keadilan benar-benar kita dapatkan,” ungkap dia.

Perjuangan mendapatkan keadilan tersebut, merupakan perjuangan suci dan mulia. Ibarat peperangan, perang yang dilakukan Partai Demokrat mencari keadilan adalah perang yang dibenarkan.

Seperti diketahui, kekisruhan di tubuh Partai Demokrat berkepanjangan. Mulai dari isu kudeta, pemecatan kader, kegeraman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga terpilihnya Moeldoko sebagai Ketum Demokrat versi KLB Deli Serdang.***

 

Leave a reply "Detik-detik SBY Ajak Kader Demokrat ‘Perang’: Dunia Politik Tidak Seindah yang Kita Bayangkan"

Author: 
author