Pernah Ngerasa Ga Kadang Keluarga Terdekat Justru yang Melukai Hati Kita Begitu Dalam

Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

Hai, aku Analisa. Aku akan berbagi cerita perjalanan bagaimana lingkungan keluargaku membesarkanku hingga ada di titik saat ini. Tentang bagaimana aku jatuh dan bangun, berkali-kali demi menemukan jati diri siapa aku dan akan bagaimana aku membentuk aku yang kuingini.

 

Dulu, ayah seorang yang berkecukupan di masa mudanya. Beliau lahir dan dibesarkan di Kota Tasikmalaya. Kakek, orang tua ayah adalah orang yang cukup terpandang. Seperti halnya bagaimana cerita sinetron tentang keberadaan orang-orang berpengaruh, selalu menjadi incaran seseorang untuk memiliki kesenangan tersebut.

Singkat cerita, kakekku menikah lagi, dengan seorang perempuan muda hingga mempunyai anak. Lalu, bagaimana nenekku? Nenek menderita gangguan jiwa dan tinggal di rumahnya sendiri ditempatkan persis di ruangan belakang dekat dengan dapur, melakukan aktivitas layaknya bukan seorang istri sah kakek. Kemudian terdengar kabar bahwa kakek meninggal, harta kakek dimiliki sepenuhnya oleh istri mudanya, dan nenek? meninggal dalam keadaan menderita gangguan kejiwaan.

Lalu, ayah? Seorang laki-laki kecil itu memiliki cukup harta warisan kakek, namun karena masa mudanya tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, ayahku ikut serta dengan paman. Beranjak dewasa ayah lebih senang menjadi gelandangan, untuk mencukupi kebutuhan, ayah lebih memilih menjual rumah, tanah peninggalan kakek, berbagai barang pun dijualnya untuk menyenangkan dirinya di masa muda, mencari jati dirinya. Ayah merupakan seorang pekerja seni, singgah dari satu tempat pemutaran film satu dan lainnya menjadikannya lihai di dunia perfilman, sayangnya ayah tidak mendapatkan akses pendidikan sejak ditinggal kedua orang tuanya. Lebih tepatnya tidak pernah mencicipi bagaimana rasanya mendapat pendidikan formal dan diberikan akses pengajaran oleh para guru.

Mari beranjak cerita ke ibuku. Orang tua dari ibuku juga cukup terpandang di Beber, Cirebon. Bagaimana tidak, kakek dari ibuku begitu disegani. Ibu yang merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga sangatlah dimanja. Memiliki akses pendidikan, hanya nasib kurang beruntung padanya. Ibu hanya mengenyam bangku sekolah hingga jenjang sekolah dasar. Bagaimana nilai-nilai di sekolahannya? Sangat memuaskan, bahkan sampai detik ini aku masih memegang rapor ibu untuk membantuku mendaftarkan ibu pada program kejar paket kesetaraan B, dan C.

Sejak kecil ibu sangat disayang kakek dan nenek, semua keinginan ibu terpenuhi tanpa kata tidak, ibu pernah bercerita bahwa sejak kecil suka sekali dibelikan emas, anting-anting, gelang, cincin, kalung oleh kakek dan nenekku. Saat beranjak remaja, ketika ibu ingin melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, saudara-saudara jauh ibu menyarankan untuk ibu ikut sekolah jahit saja, jadi bukan pendidikan formal seperti yang ibu inginkan. Bisa jadi, pemikiran waktu dulu dipertimbangkan karena ‘untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya dapur juga tujuannya’. Tidak seperti kakaknya ibu yang sukses hingga lanjut kuliah, ibuku? Pergi merantau ke Kota Tangerang.

Leave a reply "Pernah Ngerasa Ga Kadang Keluarga Terdekat Justru yang Melukai Hati Kita Begitu Dalam"

Author: 
author