Haru! 3 Bocah Rawat Ibu Sakit Sendirian, Cari Nafkah di Rumah Tetangga

135 views

Sejatinya, dunia anak-anak diisi dengan bermain bersama teman sebaya. Namun sepertinya, hal itu tak bisa dirasakan oleh tiga bocah ini, Bunda.

Di usia mereka yang masih kecil, tiga anak ini harus memikul beban berat. Mereka merawat orang tuanya yang sakit parah. Bahkan, di antara mereka juga ada yang jadi tulang punggung keluarga.

Berikut ini kisah 3 bocah yang rawat ibu sakit sendirian, dikutip dari berbagai sumber:

1. Hilal dari Banjarnegara
Seorang bocah 13 tahun bernama Hilal Dwi Bagus rela banting tulang, bekerja sebagai pembuat kulit lumpia di sela sekolahnya. Hal ini ia lakukan demi merawat ibunya yang sakit.

Siswa kelas VIII MTs Merden, Banjarnegara, itu sudah lebih dua tahun bekerja sebagai pembuat kulit lumpia. Tepatnya setelah sang ibu, Nasirom (45) sakit dan tak bisa bekerja maksimal.

Hilal tinggal bertiga dengan ibunya, yang didiagnosis masalah jantung, serta kakak perempuannya. Hanya saja, kakaknya lebih sering tinggal di pondok pesantren karena disekolahkan seorang donatur. Sementara bapaknya sudah meninggal saat Hilal berusia empat tahun.

Sebagai pembuat kulit lumpia, setiap harinya Hilal berangkat pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, bisa juga sampai pukul 22.00 WIB jika lembur. Hilal juga masih pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena situasi COVID-19.

Sebenarnya, ia ingin bermain seperti anak kebanyakan. Namun karena sadar kondisinya, Hilal lebih memilih bekerja. Ia menerima upah sebesar Rp50 ribu untuk satu karung kulit lumpia yang dikerjakan.

Sementara itu, dikatakan sang ibunda, semenjak dirinya sakit, putranya tersebutlah yang rajin mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Termasuk mencari uang dari membuat kulit lumpia.

“Kalau lagi kambuh, saya tiduran aja. Semua pekerjaan rumah Hilal yang mengerjakan. Apalagi kalau musim kemarau, Hilal juga yang mencari air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, dilansir detikcom.

Babil (12), bocah 6 SD yang harus seorang diri berjuang rawat ortu sakit/Foto: M Taufiqqurrahman/detikcom

2. Babil dari Sulawesi Selatan
Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bernama Babil, harus merasakan kerasnya hidup. Di tengah keterbatasan sebagai anak-anak, ia semangat merawat kedua orang tuanya yang sakit.

“Saya Babil, umur saya 12 tahun. Saya sendiri yang rawat orang tuaku semenjak sakit,” katanya.

Babil adalah anak tunggal dari Kamaluddin daeng Beta (39) dan Karannuang daeng Sunggu (40). Selama orang tuanya sakit, Babil lah yang menjadi tulang punggung satu-satunya.

“Saya kasih makan, kasih mandi, dan urusi semua keperluan orang tuaku,” ujarnya.

Ibu Babil, Karanuang, mengalami sakit saat Babil kelas 1 SD, menyusul 6 bulan kemudian, ayah Babil mengidap stroke. Karanuang sendiri sakit asam urat yang menyebabkan tangan dan kakinya bengkak, hingga sulit bergerak.

Terkait kebutuhan sehari-hari, diakui Babil, ia berharap dari bantuan tetangga. Walaupun hal itu membuatnya merasa tak enak dengan bantuan yang didapat.

3. Dodo dari Bangka Belitung
Kisah Dodo dari Bangka Belitung yang merawat ibunya saat sakit hingga meninggal, sempat viral di media sosial, Bunda. Diketahui, ibunda Dodo meninggal karena maag, liver, dan darah tinggi.

Usai berjuang selama lima bulan, ibunda Dodo mengembuskan napas terakhir pada Jumat 9 Oktober 2020. Kisah Dodo ini sendiri diceritakan oleh tantenya melalui akun TikTok.

“Malaikat kecil yang merawat ibunya yang sakit keras di perantauan (bangka belitung) tanpa seorang ayah,” demikian keterangan dalam akun TikTok tersebut.

Dodo memang hanya tinggal berdua dengan sang ibu. Ayahnya sudah lama meninggalkan mereka.

Usai sebatang kara, Dodo akhirnya dipertemukan dengan keluarga sang ibu yang tinggal di Sukabumi. Ia juga ingin kembali ke Sukabumi, sejak tahu sang ibu sudah tiada.

Leave a reply "Haru! 3 Bocah Rawat Ibu Sakit Sendirian, Cari Nafkah di Rumah Tetangga"

Author: 
author