Nenek Penjual Piring Bekas Diberi Bungkusan, Dibilang Isinya Uang, Ternyata Potongan Koran

Kisah pilu dialami Mbok Sariyo, seorang pedagang pakaian bekas yang biasa mangkal di sekitar patung pahlawan, Tipes, Kecamatan Serengan, Solo. Perempuan 86 tahun ini menjadi korban kejahilan dua orang tak dikenal saat berjualan.

Saat MNC Portal Indonesia menyambangi kediamannya, Mbah Sariyo tengah duduk sendirian di teras rumah. Wajahnya yang berkerut, tengah asyik melihat anak-anak kecil bermain.

Sesekali, pemilik nama lengkap Ngatiah ini tertawa lepas melihat kepolosan anak-anak kecil bermain. Tawa Ngatiah terhenti saat melihat kedatangan MNC Portal Indonesia.

“Monggo pinarak (silahkan duduk),” kata Ngatiah mengawali pembicaraan dengan menggunakan Bahasa Jawa, Rabu (24/2/2021).

Sejenak ia nampak bingung, namun langsung memahami setelah dijelaskan. Ngatiah begitu lancar menceritakan kembali apa yang dialaminya dua minggu lalu.Kala itu, dirinya berjualan seperti biasa ketika sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depannya.

“Saya kaget waktu lagi jualan, tahu-tahu ada mobil bagus banget berhenti di depan saya. Terus turun laki-laki dan perempuan menghampiri,” ujarnya.

Kedua orang tak dikenalnya ini lalu memberi amplop berukuran besar. Dirinya sempat bingung. Mereka lalu menjelaskan bahwa amplop untuk modal usaha. Keduanya meminta agar Ngatiah tidak membuka sebelum keduanya pergi

“Saya sempat bertanya kenapa harus menunggu pergi. Mereka bilang takut pedagang lainnya tahu, akan saling berebut minta modal,”ujar Ngatiah.

Ia lalu menuruti apa yang mereka ucapkan. Setelah keduanya berlalu, Ngatiah membuka amplop yang diberikan.

“Sewaktu saya buka, isinya potongan koran semua,” jelas Ngatiah.

Pedagang lain yang saat itu ada di dekatnya, ikut terkejut dan mendekati Ngatiah untuk melihat isi potongan kertas yang diberikan.

“Pedagang lainnya mendekati saya, mau lihat isinya. Waktu saya perlihatkan isinya koran, mereka juga kaget,” ucap Ngatiah.

Meski demikian, dirinya tidak sakit hati meskipun menjadi bahan permainan. Ia hanya berdoa agar orang yang memberi mendapatkan hidayah dari Allah.

“Saya tidak sakit hati. Biarkan saja, semoga Allah memberikan hidayah,” tuturnya.

Ngatiah mengaku sudah lama berjualan pakaian bekas di sekitar bundaran patung Tipes. Namun baru Selasa (23/2/2021) kemarin dilarang berjualan di lokasi tersebut. Karena dilarang, ia kini ada di rumah.

“Saya sudah tidak berjualan lagi di tempat itu. Soalnya sudah tidak boleh. Jadi sekarang banyak di rumah,”katanya

Karena faktor umur, Ngatiah kebingungan saat ditanya jumlah anak dan cucunya. Sementara dari hasil berjualan pakaian bekas, dirinya mendapatkan hasil sekitar Rp25.000. Uang hasil kerja hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Untungnya, ada bantuan dari tetangga dan Pemkot Solo berupa beras dam telur. Jika tidak ada yang memberi, diri akan berusaha sendiri mencari penghasilan untuk makan.

Sedangkan untuk tempat tinggal, Ngatiah tidak kebingungan. Sebab keponakannya, memperbolehkan dirinya menempati rumah yang ditinggalinya kini sampai akhir hayat.

“Ini rumah keponakan saya. Keponakan saya mengizinkan menempati rumah ini sampai sampai saya meninggal,” ucapnya.

Leave a reply "Nenek Penjual Piring Bekas Diberi Bungkusan, Dibilang Isinya Uang, Ternyata Potongan Koran"

Author: 
author