Hasan Putra Syekh Ali Jaber Janji Secepatnya Hafidz, Ini Alasannya Tak Menangis Saat Ayahnya Wafat

Hasan, putra Syekh Ali Jaber mengungkap harapan ayahnya sebelum meninggal dunia, Kamis (14/1/2021).

Ternyata sebelum meninggal dunia, Syekh Ali Jaber berharap Hasan bisa menjadi penghafal Al Quran atau Hafidz.

“Pengen saya hafidz, saya belum hafidz, insya allah secepatnya diselesaikan kemauan beliau,” kata Hasan.

Hasan juga bertekat akan membanggakan sang ayah, Syekh Ali Jaber.

Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber sempat mengangetkan Hasan, yang saat itu masih berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Meski begitu, dia ikhlas menerimanya.

“Mungkin ini yang terbaik, harus diterima.

Semoga diapuni kesalahannya. Mohon maaf kalau beliau ada tutur kata saat menyampaikan tausiyah,” kata Hasan yang mengaku terakhir bertemu ayahnya pada 29 Desember 2020, sehari sebelum Syekh Ali Jaber dilarikan ke rumah sakit.

Disinggung tentang sosok ayahnya, Hasan mengaku Syekh Ali Jaber sangat ramah dan suka bercanda.

“Gak ada marah-matah. Suka becanda sama anak-anaknya, sama saudara,” katanya.

Yang paling diingatnya, sang ayah selalu menekankan soal salat.

Hal itu tak pernah absen disampaikan Syekh Ali Jaber kepada Hasan setiap bertemu.

“Terus ditekankan jaga shalat, setiap ketemu ingat salat, tiap ketemu ingat salat,” kata Hasan.

Ditanya apakah dia menangis saat Syekh Ali Jaber meninggal? Hasan geleng kepala.

“Saya bangga, karena saya percaya InsyAllah dia ditempatnya di sisiNYA terbaik, diangkat derajatnya,” katanya.

Hasan mengaku bercita-cita melanjutkan perjalanan dakwah sang ayah.

“InsyAllah, pasti ada (jadi pedakwah). Karena sangat bangga punya bapak seperti beliau, sangat bangga,” akunya.

Terkait harapan terakhir sang ayah yang ingin dimakamkan di Lombok, Hasan mengaku sudah mengupayakan yang terbaik.

“Kita sudah mengusahakan yang terbaik, belum takdirnya. Kita pilih yang terbaik,” kata Hasan.

Tak mau kuliah ke luar negeri

Sebelumnya, melalui salah satu video di media sosialnya, Syekh Ali Jaber mengingingkan Hasan kuliah di luar negeri untuk mendapat pengalaman baru.

Namun, Hasan dengan rendah hati menolak tawaran ayahnya dengan alasan yang mulia.

Sifat rendah hati dan sederhana Hasan tersebut dinilai masyarakat mewarisi sifat sang ayah, Syekh Ali Jaber.

Kenangan Hasan bersama Syekh Ali Jaber tersebut diketahui melalui video di media sosial sang ulama @syekh.alijaber (16/12/2020).

Saat itu, Syekh Ali Jaber sedang melakukan live Instagram bersama Hasan.

Dalam video tersebut, ulama 44 tahun ini mengaku sedang menjemput Hasan putranya dari Lombok.

Terpisah cukup lama dari sang anak, Syekh Ali Jaber sempat dibuat pangling dengan perubahan putranya.

Suami Ummi Nadia ini menyebut Hasan kini tambah tinggi dan mulai mengalahkannya.

“Ya ampun kangen banget, ini kok Hasan jadi tinggi banget.

Kayanya lebih tinggi dari abinya,” ucap Syekh Ali Jaber dikutip via Tribunstyle.com SEDERHANANYA Putra Syekh Ali Jaber Ditawari Kuliah di Luar Negeri, Hanya Tersenyum & Ucap Kata Ini

Dalam momen itu, sang Ulama pun sempat bertanya apakah sang anak ingin segera menikah.

Mengingat kini usia Hasan sudah menginjak 20 tahun.

“Sekarang Hasan sudah 20 tahun. Mau nikah sekarang atau nanti aja? goda Syekh Ali Jaber.

Tak disangka, rupanya Hasan justru enggan nikah muda.

Putra pertama Syekh Ali Jaber dan Ummi Nadia ini ternyata memilih untuk fokus kuliah ketimbang menikah muda.

Menanggapi keinginan sang anak untuk kuliah, Syekh Ali Jaber lantas menawari Hasan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Mau kuliah di mana? di Arab atau di Indonesia aja?

Atau ke Australi, Singapura atau kemana? pokoknya di luar negeri biar ada pengalaman baru” tanya Syekh Ali Jaber lagi.

Alih-alih tergoda untuk menikmati indahnya luar negeri sembari kuliah, Hasan justru menunjukkan sikap sederhananya.

Ya, putra Ulama asal Madinah ini rupanya lebih memilih kuliah di Indonesia.

Bukan tak mampu, rupanya Hasan juga merintis usaha bersama sang ibunda.

Untuk itulah, sebagai anak sulung Hasan memilih untuk merintis usaha, hidup mandiri dan tetap dekat dengan keluarga.

“Enggak, di Indonesia saja abi,” jawab Hasan sembari tersenyum mendengar semua tawaran manis sang ayah.

Sayangnya, kini belum sempat melihat Hasan menyelesaikan kuliah hingga menikah, Syekh Ali Jaber justru sudah kembali ke Rahmatullah.

 

Hasan juga mengunggah foto dan video kenangan sang ayah di Instagram, Jumat (15/1/2021).

Hasan mengunggah foto tengah mencium pipi ayahnya, dengan emoticon hati berwarna merah.

Selain itu, putra Umi Nadia itu juga mengunggah video kenangan sang ayah.

Uanggahan Hasan di Instastory akun Instagram miliknya @hasaanjaber, seperti mengungkap kerinduannya kepada sang ayah.

Foto Hasan Mencium Syekh Ali Jaber itu, adalah foto saat hasan masih kecil.

Selanjutnya hasan mengunggah video kenangan sang ayah.

Video itu tentang anjuran memperbanyak Bacaan Sholawat di hari Jumat.

Di video tersebut, Syekh Ali Jaber mengingatkan agar memperbanyak Sholawat di malam Jumat dan Hari Jumat.

“Salah satu amalan yang terbaik di malam Jumat dan hari Jumat adalah memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW,”

“Karena Nabi Muhammad berpesan pada kita, ‘Perbanyaklah sholawat kepadaku, di hari Jumat dan malam Jumat’,”

“Dan ada satu hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, ‘Barang siapa yang bersholawat kepadaku dapat 10 kali rahmat,” begitu isi video Syekh Ali Jaber.

Leave a reply "Hasan Putra Syekh Ali Jaber Janji Secepatnya Hafidz, Ini Alasannya Tak Menangis Saat Ayahnya Wafat"

Author: 
author