Membawa Islam ke Tanah Papua

333 views

Setelah mereka masuk Islam, aspirasi untuk merdeka berkurang,” ujar Fadzlan Rabbani Al-Garamatan, yang telah menyebarkan Islam dari pintu ke pintu di daerah terpencil di Papua.

“Saya menawarkan kehidupan yang berbeda kepada penganut animisme dan non-Muslim di sana dengan menerapkan pendekatan kemanusiaan,” kata Fadzlan dalam wawancara dengan IslamOnline.net.

Papua Barat, adalah provinsi yang memiliki paling sedikit populasi di Indonesia. Bekas koloni Belanda itu berpenduduk sekitar 2,6 juta jiwa.

Umat Kristen membentuk hampir 78 persen dari populasi, Muslim 21 persen, sedangkan sisanya beragama Budha dan Hindu.

Ada juga praktik animisme yang substansial, meski tidak tercatat dalam sensus Indonesia.

Fadzlan (40) telah menyebarkan Islam di provinsi itu sejak 1990 melalui kunjungan dari pintu ke pintu ke berbagai daerah terpencil.

Ia mendidik masyarakat tentang kebersihan, kesehatan, kesabaran dan kesopanan sebagai elemen dasar ajaran Islam.

“Saya saat itu sedang berjalan dua belas hari untuk mencapai satu daerah terpencil dan ketika mereka mengucapkan Syahadat, saya menangis terharu.”

Dia ingat pernah berkunjung ke daerah terpencil lain di mana penduduk setempat sangat mencurigainya.

“Beberapa dari mereka membombardir saya dengan batu dan bahkan anak panah, tapi sekarang mereka bersama kami.”

Melalui yayasannya, Al-Fafti Kaffa Nusantara, Fadzlan mengatakan mereka telah membangun 900 masjid, menyediakan layanan medis dan mengajarkan penduduk setempat tentang agama baru mereka.

“Setidaknya 10 ribu orang telah menjadi pengikut kami.”

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau.

Dengan Muslim membentuk sekitar 90 persen dari 225 juta populasi, Indonesia juga termasuk negara Muslim terpadat di dunia.

Faktor Pemersatu
Selain menawarkan peradaban baru di kawasan paling timur Indonesia, Fadzlan mengatakan misinya juga mencari cara terbaik untuk menyelesaikan ketegangan politik di Papua Barat agar tidak terjadi lebih banyak korban.

“Beberapa pihak mencoba untuk memisahkan daerah dengan menggunakan ideologi,” jelasnya.

Provinsi yang miskin, labil dan terbelakang ini telah mengalami konflik politik sejak Indonesia mengambil kendali dari Badan Eksekutif Sementara PBB (UNTEA) pada 1963.

Organisasi Kristen Papua Merdeka (OPM), yang didirikan pada 1965, telah memperjuangkan kemerdekaan wilayah tersebut, pemberontakan yang menyebabkan kematian lebih dari 100.000 orang.

Kekayaan wilayah paling timur Indonesia ini selalu menggugah minat pihak internasional untuk menguasai sumber daya alamnya.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah melayangkan protes kepada pemerintah Australia karena melindungi kelompok pemberontak Papua, sementara seorang warga negara Amerika Serikat pernah ditangkap atas tuduhan kegiatan spionase beberapa tahun lalu.

“Mereka akan lebih mudah mengontrolnya jika Papua dipisahkan dari Indonesia,” kata Fadzlan.

Dia percaya bahwa Islam dapat membantu melawan skema semacam itu.

“Setelah mereka masuk Islam, aspirasi untuk merdeka berkurang,” ujarnya.

“Saya memiliki kewajiban untuk terus berjuang demi bangsa dan rakyat saya.

“Islam di Papua menghalangi Indonesia dari pemisahan.”

Sejarah Panjang
Laporan terbaru International Crisis Group yang berbasis di Belgia menyatakan, salah satu faktor yang menyebabkan ketegangan di Papua adalah berlanjutnya migrasi Muslim dari provinsi lain di Indonesia.

Fadzlan membantah klaim tersebut, dengan menegaskan bahwa peningkatan populasi umat Islam berasal dari dalam provinsi, bukan karena faktor eksternal.

“Sedikitnya ratusan warga dan sembilan kepala suku telah menjadi Muslim,” katanya.

“Setiap kepala suku mengendalikan setidaknya lima ratus penduduk setempat.”

Fadzlan menegaskan, dirinya dan timnya mengajari masyarakat Papua tentang tugas sosial dan agama serta bagaimana hidup tanpa prasangka atau bias berdasarkan warna kulit dan darah.

“Kami tidak pernah mengajari mereka tentang kebencian.”

Menurut Fadzlan, Islam sudah ada di Papua sejak abad ketiga belas, jauh sebelum Portugis dan Belanda menjajah Indonesia.

Islam dikabarkan pertama kali masuk ke Papua oleh Syekh Iskandar dari Kerajaan Samudra Pasai, yang kini menjadi Aceh.

“Papua memiliki sejarah panjang sebagai tempat dan masyarakat yang damai. Jadi, umat Islam bukanlah sumber konflik di sana.”