Puasa Bulan Ramadhan Bisa Jadi Ladang Dosa Hanya Karena Beberapa Hal Mengerikan Ini

Melakukan puasa di bulan ramadhan memang akan dipenuhi dengan banyak sekali berkah, bahkan pahala yang didapatkan juga bakal dilipatgandakan.

Tapi siapa sangka, meski banyak sekali berkah yang akan kamu dapatkan puasa di bulan ramadhan juga bisa menjadi ladang dosa karena beberapa hal.

Yaps benar sekali, bukannya mendapatkan pahala banyak kamu justru bakal mendapatkan ladang dosa! Simak nih penyebabnya.

1. Gemar Ngomongin Orang

Hayo siapa diantara tipstrenners semua yang hobi sekali ngomongin orang ketika sebelum dan sesudah bulan ramadhan?

Jika kamu masih gemar ngomongin orang dengan tujuan mengolok-ngolok mereka, puasa kamu tidak akan ada artinya ya benar kamu puasa dengan percuma tanpa mendapat pahala.

Sebab kamu hanya menahan lapar dan haus saja, sementara nafsu dibiarkan begitu saja.

2. Suka Berbohong

Berbohong adalah sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT. Jika kamu suka berbohong di bulan puasa sama saja kamu membuang pahala begitu saja.

Jadi bukan hanya bulan ramadhan, di hari-hari biasa pun kamu harus menghilangkan sifat suka berbohong.

3. Tak Bisa Menjaga Pandangan

Bulan puasa adalah bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu kamu harus belajar menundukan pandangan mata kamu terhadap sesuatu yang bisa menaikan hasrat.

Seperti melihat cewek seksi baik itu secara langsung atau di media sosial.

4. Riya

Foto-foto makanan di media sosial ketika buka puasa agar dilihat banyak orang juga merupakan salah satu hal yang bisa menghapus pahala kamu di bulan ramadhan.

Sebab perbuatan tersebut masuk dalam kategori riya! Atau kamu memamerkan ibadah kamu dengan menyebarkannya di media sosial.

5. Niat Amal Bukan Karena Allah

Baik itu ketika sholat atau puasa pasti niatnya hanya karena Allah SWT. Jika kamu puasa di bulan ramadhan niatnya karena pacar atau orang tua, maka percuma saja tidak akan mendapatkan apa-apa.

Leave a reply "Puasa Bulan Ramadhan Bisa Jadi Ladang Dosa Hanya Karena Beberapa Hal Mengerikan Ini"

Author: 
author