Abu Lahab Bebas dari Azab Setiap Hari, Kok Bisa? Ternyata Ini yang Dilakukan Semasa Hidupnya

Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad SAW, ia juga adalah menentang ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Sampai akhir hayatnya, ia tetap tak mau beriman. Alhasil, ia pun menjadi salah satu penghuni neraka. Namun, ternyata ia akan mendapat keringanan.

Abu Lahab adalah musuh Islam yang paling mencolok, oleh karena itu ia dikenal sebagai musuh Islam paling besar sepanjang sejarah. Ia pernah melakukan hal jahat kepada Nabi Muhammad SAW.

Perlakuan tersebut diriwayatkan oleh Thariq bin Abdullah al-Muhariby. Abu Lahab pernah memukul Rasulullah SAW dengan batu hingga membuat kening beliau berdarah. Katanya Abu Lahab, istrinya pun sangat memusuhi Rasulullah SAW.

Ketika itu, istri Abu Lahab yakni Ummu Jamil bnti Harb bin Umayyah menebarkan duri di jalan yang dilalui oleh Rasulullah SAW. Istri Abu Lahab juga menebarkan berita bohong dan menyulut api fitnah mengenai Rasulullah SAW.

Maka tak mengherankan, julukan yang diberikan olehnya adalah pembawa kayu bakar. Kelakuan Abu Lahab dan istrinya telah diabadikan di dalam Al-Qur’an.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab:1-5)

Abu Lahab merasa senang saat Rasulullah SAW dilahirkan. Dalam kitab Al-Anwar al Muhamdiyya, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW dilahirkan di kota Mekah.

Kemudian beliau disusui oleh Tsuwaibah yang merupakan hamba sahaya. Tsuwaibah dimerdekakan oleh Abu Lahab. Abu Lahab senang karena kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Setelah kematiannya, Ibnu Abbas mengaku bertemu Abu Lahab dan menanyakan keadaan Abu Lahab. Lalu Abu Lahab menjawab:

“Saya di neraka hanya saja setiap malam Senin saya mendapat keringanan, saya bisa menghisap air dari jari saya ini (dia pun menunjukkan ujung dua jarinya). Hal itu karena saya memerdekakan Tsuwaibah ketika saya gembira akan kelahiran Muhammad SAW dan menyuruhnya untuk menyusuinya.”

Sejahat-jahatnya Abu Lahab pada Rasulullah SAW, ternyata pada saat kelahiran Nabi SAW ia bergembira, karena hal tersebut ia pun mendapat keringanan.

Jika Abu Lahab saja yang kafir dan dicela dalam Al-Qur’an karena senangnya melihat kelahiran Nabi Muhammad SAW, ia pun diberikan keringanan apalagi kaum muslimin yang bertauhid.

Dalam kitab Bidayah wan Nihayah, Imam Al-Hafiz Ibnu Katsir berkata:

“Diringankannya siksaan Abu Lahab adalah berupa balasan dari rasa gembiranya ia ketika Nabi dilahirkan. Kemudian ia memerdekakan budaknya Tsuwaibah.”

Seberapa banyak air yang di minum oleh Abu Lahab, ia bagaikan menyedot ibu jarinya. Abu Lahab adalah seorang pembesar kaum Quraisy yang tidak beriman. Namun malah menentang ajaran Nabi Muhammad SAW.

Kematian Abu Lahab disebabkan oleh sebuah pukulan, pukulan tersebut dilakukan oleh seorang yang dikenal dengan Ummu Fadl binti Al-Harits RA. Saat itu Abu Lahab meminta penjelasan mengenai alasan pasukan kaum kafir Quraisy kalah dalam peperangan.

Cerita kekalahan tersebut ditanggapi dengan bahagia oleh seorang hamba sahaya. Abu Lahab pun menerjang hamba sahaya tersebut hingga meninggal.

Ternyata dari arah lain datanglah Ummu Fadl memukul kepala Abu Lahab dengan tiang tenda. Kepala Abu Lahab pun berlumuran darah, luka tersebut menyebabkan kematian Abu Lahab.

Sepekan setelah perang Badar, Abu Lahab pun meninggal. Tak ada yang mengurus jenasahnya. Jenasahnya dibirakan selama tiga hari, tetangganya pun memutuskan untuk menguburkannya. Mereka pun menggali lubang dan Abu Lahab pun dimasukkan di dalam kotak kayu kemudian dimasukkan ke dalam lubang yang telah digali.

Abu Lahab dan istrinya adalah orang yang sangat menentang dan menghalangi dakwah Rasulullah SAW. Abu Lahab melakukan perbuatan jahat kepada Rasulullah SAW secara fisik dan istri Abu Lahab juga turut menebar berita bohong dan memfitnah mengenai Rasulullah SAW.

Namun, karena Abu Lahab merasa bahagia saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, akhirnya ia diberikan keringanan. Sejahat apapun seseorang, ia pasti memiliki sedikit kebahagiaan. Bisa jadi kebaikan itulah yang akan berguna nantinya dan akan mendapatkan balasan.

Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa yang mengajarkan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah:7-8)

Leave a reply "Abu Lahab Bebas dari Azab Setiap Hari, Kok Bisa? Ternyata Ini yang Dilakukan Semasa Hidupnya"

Author: 
author