Jangan Suudzon, Allah Janjikan Pahala yang Besar bagi Mereka yang Berbaik Sangka

Terkadang dalam melihat suatu hal, sering muncul prasangka buruk terhadap orang lain. Alhasil menimbulkan kebencian dan kedengkian pada sesama.

Oleh sebab itu Allah SWT melarang kita berprasangka buruk dan janjikan pahala besar bagi mereka yang berbaik sangka.

Di dalam sejumlah literatur hadits, disebutkan bahwa pahala berbaik sangka kepada sesama adalah surga.

Sedangkan pahala berbaik sangka kepada Allah SWT, terurai seperti dalam hadits Qudsi berikut ini,

“Aku tergantung sangka hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat Aku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku.

Kalau dia mengingat Aku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka.

Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhari).

Namun sebaliknya, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berburuk sangka kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan.” (HR. Ahmad).

Maka tak ada pilihan, manusia harus berbaik sangka kepada Allah SWT. Tentang berbaik sangka kepada manusia, Anas bin Malik bercerita,

“Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu beliau bersabda, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga. Tiba-tiba muncul orang Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhu. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri”.

Kesokan harinya, Rasulullah SAW berkata hal yang serupa, “Akan datang seorang laki-laki penghuni surga”

Dan muncul laki-laki yang sama. Begitulah Nabi mengulang sampai tiga kali. Seusai majelis tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash mencoba mengikuti laki-laki itu yang disebut Rasulullah SAW sebagai penghuni surga.

Lalu Abdullah berkata kepadanya,

“Saya ini bertengkar dengan ayah saya, dan saya berjanji kepada ayah bahwa selama tiga hari saya tidak akan menemuinya. Maukah kamu memberi tempat pondokan buat saya selama hari-hari itu?”

Abdullah mengikuti orang tersebut ke rumahnya dan menginap selama tiga malam berturut-turut.

Selama menginap, Abdullah ingin menyaksikan ibadah apa saja yang dilakukan orang itu sehingga Rasulullah SAW menyebutnya sebagai penghuni surga.

Namun ternyata selama menginap, Abdullah tidak menyaksikan sesuatu yang istimewa dalam ibadah orang tersebut. Lalu Abdullah bertanya tentang perbuatan yang membuatnya bisa masuk ke Syrfa.

Leave a reply "Jangan Suudzon, Allah Janjikan Pahala yang Besar bagi Mereka yang Berbaik Sangka"

Author: 
author