5 FAKTA Ibu Hamil Dipukul Oknum Satpol PP saat Razia PPKM Darurat, Korban Pingsan saat Lapor Polisi

Sebuah video yang memperlihatkan penganiyaan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap ibu hamil pemilik warung kopi viral di media sosial.

Diduga penganiayaan itu terjadi saat petugas melakukan razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Rabu (14/7/2021) sekira pukul 20.44 WIB.

Insiden itu terjadi di sebuah warung kopi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Aksi penganiayaan itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Atas kejadian itu, pasangan suami istri pemilik warung kopi resmi melaporkan oknum Satpol PP ke polisi.

Berikut sejumlah fakta terkait kasus ibu hamil pemilik warung kopi dianiaya Satpol PP saat razia PPKM,

1. Kronologi kejadian

peristiwa itu berawal saat petugas melakukan operasi penegakan PPKM mikro di Kabupaten Gowa pada Rabu malam.

Ada empat tim yang dikerahkan dalam operasi penegakkan PPKM mikro tersebut.

Tim 4 yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Hj Kamsina menyasar warung kopi (warkop).

Saat berkeliling, petugas mendengar suara musik cukup keras. Petugas pun langsung memeriksa warung kopi tersebut.

Kedatangan tim 4 ini malah berujung perkelahian antara Satpol PP dengan pemilik warung kopi dan akhirnya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang Satpol PP meminta surat izin warung kopi kepada wanita hamil pemilik warung bernama Riana (34).

“Mana surat izin ini kafe saya mau lihat,” kata Satpol PP itu sembari menghampiri seorang wanita yang duduk di sofa dan merupakan pemilik warung kopi.

Seorang pria yang merupakan suami si wanita berusaha menenangkan Satpol PP tersebut, dan memberikan penjelasan bahwa istrinya sedang hamil.

“Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak,” kata suami si wanita.

2. Oknum Satpol PP pukul suami lalu wanita hamil

Perdebatan tersebut berujung pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP terhadap pemilik warung, Nur Halim (26).

Melihat suaminya dipukul, Riana langsung berdiri dan melemparkan kursi ke arah petugas.

Namun, petugas kemudian memukul wanita tersebut.

“Saat kejadian kami sedang live cari nafkah jualan di Facebook karena warung kami sudah tutup.”

“Kami ikuti aturan yang ada dan mereka masuk tegur kami bahkan memukul kami,” kata Nur Halim, Kamis (15/7/2021), dilansir Kompas.com.

 

3. Dinilai melanggar aturan

Kamsina menilai warung kopi tersebut telah melanggar aturan PPKM mikro yang berlaku di Kabupaten Gowa.

Dalam aturan PPKM disebutkan, bahwa kafe atau warung kopi harus sudah tutup pukul 19.00 Wita.

Sementara warung kopi milik Nur Halim masih buka hingga pukul 20.00 Wita.

Karena dianggap melanggar aturan jam operasional, petugas gabungan mengimbau agar sang pemilik segera menutup warung kopinya.

Selain itu, petugas juga meminta agar pemilik warung kopi mengecilkan suara musiknya.

“Depan kantor Desa Panciro kita berhenti dan besar sekali musik, karena ini telah masuk hari keenam pengetatan PPKM mikro di Gowa,” kata Kamsina,

Menurut dia, saat itu tim gabungan masuk ke warung kopi tersebut dan memberikan imbauan secara humanis.

“Kita sampaikan kalau bisa kecilkan musiknya atau dimatikan saja, namun dia (pemilik warkop) kurang baik penerimanya,” tambahnya.

4. Petugas sebut salah paham

Kamsina menyebut, insiden yang viral di media sosial itu hanya kesalahpahaman.

Sebab, kata dia, pihaknya telah menegur pemilik warung kopi dengan sopan.

Pihaknya juga mengklaim telah memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada pemilik warung kopi.

“Terkait adanya insiden tersebut, itu hanya kesalahpahaman antara pemiliki ini, karena kita sopan, kita sopan masuk di sana,” katanya.

5. Korban lapor polisi

Nur Halim dan istrinya kemudian melaporkan insiden yang mereka alami ke Polres Gowa.

Riana yang sedang hamil besar pun harus dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf.

Wanita hamil itu pingsan saat melaporkan penganiayaan yang dialaminya bersama sang suami.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bajeng, Ipda Haryanto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan penganiayaan ini, Kamis (15/7/2021).

“Tadi ada insiden saat razia PPKM dan sementara kami menerima laporannya namun tiba-tiba korban jatuh pingsan mungkin karena kontraksi sebab korban ini tengah hamil sembilan bulan,” kata Haryanto.

Sementara Kepala Satpol PP Gowa, Alimuddin Tiro mengaku sudah mengetahui ada insiden yang melibatkan anggotanya.

“Itu oknum ya bukan institusi dan sampai sekarang saya belum ketemu dengan yang bersangkutan (pelaku) dan akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur,” ungkapnya.

 

 

Leave a reply "5 FAKTA Ibu Hamil Dipukul Oknum Satpol PP saat Razia PPKM Darurat, Korban Pingsan saat Lapor Polisi"

Author: 
author