Bolehkah Panitia Kurban Menerima Daging dan Kulit Hewan Kurban? Berikut Penjelasan Ulama

Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat apabila berkurban diserahkan sepenuhnya kepada panitia kurban.

Namun muncul permasalahan mengenai apa hukumnya panitia kurban menerima daging kurban dari orang yang berkurban?

Mengenai hukum tersebut, Imam Bajuri dalam kitab Hasyiyatul Bajuri menerangkan bahwa orang yang menunaikan ibadah kurban diharamkan untuk memberikan sebagian dari hewan kurbannya kepada tim jagal – yang biasanya merupakan panitia kurban – sebagai upah atau “ujroh” bagi mereka.

Sebab hal tersebut tergolong jual beli, padahal jual beli dalam kurban tidak diperbolehkan.

Sebagai gantinya, orang yang menunaikan ibadah kurban harus menyiapkan dana atau benda berharga lainnya di luar daging atau kulit hewan kurbannya sebagai upah.

Keharaman tersebut berlaku apabila diniatkan sebagai upah. Artinya apabila tidak diniatkan sebagai upah, misal hadiah atau sedekah, maka hukumnya diperbolehkan memberi daging atau sejenisnya kepada panitia kurban.

Imam Bajuri menulis:

“Jika orang yang berkurban memberikan daging atau sejenisnya kepada penjagal bukan dengan niat sebagai upah, tetapi niat sedekah, maka itu tidak haram.

Ia juga boleh menghadiahkannya dan menjadikannya sebagai wadah air, khuff (sejenis sepatu kulit), atau benda serupa seperti membuat jubah dari kulit, dan ia boleh meminjamkannya.

Dalam hal ini, menyedekahkan tetap lebih utama.

Leave a reply "Bolehkah Panitia Kurban Menerima Daging dan Kulit Hewan Kurban? Berikut Penjelasan Ulama"

Author: 
author