Beginilah Ternyata Hukum Pejamkan Mata Saat Sholat

437 views

Kadang orang ketika sholat ada yang memejamkan mata. Hal itu dilakukan untuk menciptakan kekhusyu’an dalam shalat.

Sebab dalam keadaan mata terbuka kadang malah membuat pikiran tambah melayang karena melihat gambar, tembok dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana hukum memejamkan mata saat shalat? Jika seseorang melakukannya, apakah sholatnya tetap sah?

Dalam sebuah hadis dari sahabat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاةِ فَلا يَغْمِضْ عَيْنَيْهِ

”Apabila kalian melakukan shalat makan janganlah memejamkan kedua mata kalian.”

Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jam as-Shagir no. 24. dari jalur Mus’ab bin Said, dari Musa bin A’yun, dari Laits bin Abi Salim.

Dan Hadis ini dinilai dhaif oleh para ulama pakar hadis, karena dua alasan:

Laits bin Abi Salim dinilai dhaif karena mukhtalat (hafalannya kacau), dan dia perawi mudallis (suka menutupi). Mus’ab bin Said, dinilai sangat lemah oleh para ulama.

Ibnu Adi mengatakan tentang perawi ini, ”Beliau membawakan hadis-hadis munkar atas nama perawi terpercaya dan menyalahi ucapan mereka.

Status dhaif hadisnya sangat jelas.” (al-Fatawa al-Haditsiyah, al-Huwaini, 1/45 – 46).

So, hadits di atas tidak bisa menjadi dalil. Imam ad-Dzahabi (w. 748 H) menilai hadis tersebut hadis munkar.

Sementara itu,

Imam Ibnul-Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad, membahas secara khusus tentang masalah shalat sambil memejamkan mata ini.

Pada pembahasan awal dia menyatakan bahwa memejamkan mata saat sholat bukanlah cara sholat yang dicontohkan Rasulullah. ﷺ.

Dalam I’anatut Thalibin Syekh Abu Bakar Syaththa Ad-Dimyati merinci hukum shalat sambil memejamkan mata menjadi empat perincian:

1. Boleh Tidak Makruh

Tidak ada larangan khusus soal itu. Memejamkan mata dalam shalat boleh selama aman dan tidak membahayakan. Ia mengatakan:

ولا يكره تغميض عينيه، أي لأنه لم يرد فيه نهي

“Tidak dimakruhkan memejamkan mata saat shalat karena tidak ada dalil yang melarangnya.”

2. Wajib

Wajib memejamkan mata dalam sholat jika ada yang tidak menutup aurat dalam saf shalat.

Hal ini jarang adanya kecuali saat mengalami krisis pakaian.

Jika memang tak ada pakaian untuk menutup aurat maka dibolehkan shalat tanpa busana.

Dan saat seperti ini diwajibkan memejamkan mata.

Syekh Abu Bakar mengatakan:

وقد يجب التغميض إذا كان العرايا صفوفا

“Wajib memejamkan mata kalau ada yang tidak busana dalam saf shalat.”

3. Sunnah

Memejamkan mata disunnahkan jika sholat dalam kondisi banyak gambar dan ukiran karena dapat menganggu kekhusu’an dalam sholat.

Dalam I’anatul Thalibin dijelaskan:

وقد يسن كأن صلى لحائط مزوق ونحوه مما يشوش فكره

“Disunahkan memejamkan mata bila shalat dekat dinding yang diukir dan seumpamanya jika hal itu bisa menganggu pikiran.”

4. Makruh Jika Kondisi Berbahaya

Jika shalat di tempat yang banyak ular atau binatang yang membahayakan maka memejamkan mata bisa mengurangi

kewaspadaan dan bisa berakibat bahaya pada orang yang sholat.

Leave a reply "Beginilah Ternyata Hukum Pejamkan Mata Saat Sholat"

Author: 
author