Samakah Fadilah Sholat Berjamaah di Rumah dan di Masjid

247 views

Tak sedikit orang yang melaksanakan sholat berjamaah di rumah dengan beragam alasan.

Apaka sama fadhilah (keutamaan) dengan sholat berjamaah di masjid?

Ditukuil dari hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim tentang keutamaan sholat berjamaah lebih utama daripada sholat di rumah 25-27 tingkatan, sebagaimana riyawat Abu Hurairah:

عن أَبَي هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ. ((صحيح البخاري، 1/ 131)، صحيح مسلم، 1/ 459)

Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sholat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat.

Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid,

dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat,

dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya,

‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan sholat.”

Hadis di atas menjelaskan sholat berjamaah pada suasana aman tanpa udzur syar’i artinya bisa hadir berjamaah ke masjid atau sholat sendiri di rumah.

Jika ada udzur syar’i, maka insya Allah pahala berjamaah juga akan didapat walau sholat dari rumah dengan catatan kita biasa berjamaah di masjid.

Sebagaimana hadits dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا. (صحيح البخاري، 4/ 57)

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR Al-Bukhari)

Dari hadits itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani (wafat 852 H) mengatakan:

وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فَمَنَعَ مِنْهَا وَكَانَتْ نِيَّته لَوْلَا الْمَانِع أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا

“Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan lantas terhalang dari melakukannya.

Padahal ia sudah punya niatan kalau tidak ada yang menghalangi, amalan tersebut akan dijaga rutin.” (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath Al-Bari, juz 6, hal. 136)

Telat Hadir ke masjid untuk sholat jamaah masih mendapatkan transferan pahala berjamaah full. Sebagaimana hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ رَاحَ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلَّاهَا وَحَضَرَهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا». (رواه أحمد وأبو داود والنسائي).

“Barang siapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian dia pergi ke masjid, ternyata sholat jamaah telah selesai,

maka Allah akan berikan padanya pahala seperti orang yang mengikuti sholat jamaah itu dan menghadirinya,

tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai)

Kedua, Para ulama menjelaskan sholat berjamaah lebih utama dalam hadits sahih Bukhari dan Muslim di atas, ketimbang sholat sendiri tanpa berjamaah.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) ketika menjelaskan hadits tersebut menyebutkan:

قال النووي: قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَصَلَاتِهِ فِي سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً الْمُرَادُ صَلَاتُهُ فِي بَيْتِهِ وَسُوقِهِ مُنْفَرِدًا هَذَا هُوَ الصَّوَابُ. وَقِيلَ فِيهِ غَيْرُ هَذَا، وَهُوَ قَوْلٌ بَاطِلٌ نَبَّهْتُ عَلَيْهِ لِئَلَّا يُغْتَرَّ بِهِ. (شرح النووي على مسلم، 5/ 165)

Sabda Nabi, “Sholatnya seorang laki-laki dengan berjamaah itu lebih utama 20an lebih dengan sholatnya di rumah atau di pasarnya”

itu maksudnya jika shalatnya di rumah atau di pasar dilakukan dengan sendiri tanpa berjamaah.

Ini adalah yang benar. Adapun yang menyebut tidak seperti ini, itu adalah pendapat yang batil.

Saya ingatkan agar tidak keliru. (Yahya bin Syaraf an-Nawawi (w. 676 H), Syarah Shahih Muslim).

Dalam suasana aman tanpa ada udzur, Imam an-Nawawi menjelaskan:

“Ketika seorang laki-laki sholat di rumah bersama temannya, atau istrinya, atau anaknya maka dia tetap memperolah fadhilah jamaah.

Tetapi jika dilakukan di masjid maka itu lebih utama.

Dimana jamaah lebih banyak itu lebih utama. (Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Raudhat at-Thalibin, juz 1, hal. 341).

Ketiga, walau sholat fardhu di rumah lebih baik jika dilakukan berjamaah.

Sebagaimana hadits Nabi dari Ubay bin Ka’ab:

… وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ، وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ، وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى. (سنن أبي داود، 1/ 152)

“Sesungguhnya sholat seseorang yang berjamaah dengan satu orang, adalah lebih baik daripada sholat sendirian.

Dan sholatnya bersama dua orang jamaah, adalah lebih baik daripada shalat bersama seorang jamaah.

Semakin banyak jamaahnya, maka semakin dicintai oleh Allah Ta’ala.” (HR Abu Daud)

Leave a reply "Samakah Fadilah Sholat Berjamaah di Rumah dan di Masjid"

Author: 
author