Wajib Tahu, Jangan Buang Tulang dan Bekas Pemba lut di Tempat Sam pah Dalam Rumah

Sobat semua, jangan sembarangan buang bekas pembalut dan juga tulang bekas makanan yaa! Ada baiknya di buang ke tong sampah yang ada di luar rumah saja, tahu kenapa? (foto cover: sekedar ilustrasi)

Simak hadits berikut ini: Shahih Bukhari dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu: Bahwasanya ia pernah membawakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wadah berisi air wudhu dan hajat beliau. Ketika ia membawanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa ini?”

“Saya, Abu Hurairah”, jawabnya. Beliau pun berkata, “Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan ko t0ran.” Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya.

“Ada apa dengan tulang dan ko toran?” Beliau bersabda, “Tulang dan ko toran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan ko toran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)

Dari hadits tersebut kita bisa mengetahui bahwa tulang merupakan salah satu makanan jin. Jadi ada baiknya tidak membuang bekas tulang di dalam rumah kita, buang saja di tong sampah luar rumah. Ini hadits lainnya yang menyatakan bahwa tulang adalah makanan jin:

“Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan ko toran pada dubur) dengan ko toran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin.” (HR. Tirmidzi no. 18. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Selain bekas tulang yang sebaiknya tidak dibuang di dalam rumah, bekas pembalut pun sebaiknya dibuang ke tong sampah luar rumah. Karena pembalut bekas yang menyerap da r4h haid juga termasuk ko toran. Kebayang yaa bau amis da r4h haid bisa mengundang bangsa jin masuk ke dalam rumah kita sebagaimana bau ikan mengundang kucing masuk ke dapur. Sekalipun bekas pembalut tersebut sudah dicuci bersih ya.

Apalagi di dalam tubuh kita syetan berjalan di aliran da r4h, makanya rutin bekam juga ya untuk mengeluarkan da r4h ko tor sekaligus jin yang mungkin bersarang di aliran da r4h dan membuat kita males beribadah.

“Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran da r4h dalam tubuhnya.” (H.R. Muslim)

Trus kalau Sobat tetap membuang pembalut dan tulang di dalam rumah memangnya kenapa? Apa yang terjadi? Yaa… bayangkan saja lalat mengerubungi sampah, demikian juga ada berapa banyak jin yang mengerubungi tong sampah dalam rumahmu untuk mencari makan. Mending buang ke luar ya. Semoga informasi ini bermanfaat. Wallahu’alam.. Sumber

Perempuan Harus Tahu, Lakukan Ini Sebelum Membuang Pembalut Bekas

Pembalut bagi wanita adalah satu hal yang penting dan rutin digunakan tiap bulan.

Namun, terkadang perempuan sering membuang bekas pembalutnya dengan tidak tepat.

Nah berikut beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum membuang pembalut bekas pakai.

1. Pembalut Tidak Harus Dibersihkan

Bagi beberapa orang, membersihkan pembalut sebelum membuangnya adalah hal yang perlu karena dirasa tidak nyaman apabila dibuang begitu saja tanpa dibersihkan lebih dulu.

Namun yang harus diperhatikan, saat membersihkan pembalut harus dengan air mengalir dan pastikan noda pada pembalut bersih.

Pastikan juga kamar mandi disiram sesudahnya, agar tidak menjadi kotor dan bau.

Akan tetapi, ada juga yang beranggapan jika pembalut tidak perlu dibersihkan sebelum dibuang.

Dilansir dari Kompas, pembalut memang difungsikan untuk menampung darah kotor dan bersifat disposable (dapat langsung dibuang tanpa perlu dibersihkan).

2. Buang Pembalut dalam Kondisi Sudah Tergulung

Terkadang, bagi sebagian perempuan tidak terlalu teliti saat hendak membuang pembalut.

Menggulung pembalut selain agar ringkas, juga supaya bakteri yang ada tidak cepat menyebar dan tidak mengotori banyak tempat.

Anda dapat menggulung dengan kertas ataupun tissue, sebelum memasukkannya ke dalam kantong.

3. Masukkan Gulungan Pembalut ke dalam Kantong.

Pastikan kita membuang sampah pembalut kita terpisah dengan sampah yang lain.

Ini bisa dilakukan dengan cara memasukkan gulungan pembalut ke dalam kantong plastik tersendiri, sebelum dibuang.

Jangan pernah menempatkan sampah pembalut dengan sampah sisa makanan di tempat sampah yang sama.

Hal ini dikarenakan sampah sisa makanan biasanya menimbulkan aroma yang dapat mengundang serangga maupun binatang yang lain.

4. Buanglah Sampah Pembalut di Luar Rumah

Sebaiknya tempatkan tempat sampah di luar rumah terutama tempat sampah untuk pembalut.

Sampah akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga akan mengurangi kenyamanan penghuni rumah.

Selain itu, bau dan bakteri akan membuat lingkungan rumah menjadi tidak sehat.

Leave a reply "Wajib Tahu, Jangan Buang Tulang dan Bekas Pemba lut di Tempat Sam pah Dalam Rumah"

Author: 
author