Hukum Seorang Suami Meminum ASI Istri Menurut Buya Yahya, Apakah Jadi Mahram?

– Dalam islam, ada istilah ibu susuan atau saudara satu susuan. Istilah itu digunakan untuk seorang ibu yang menyusui anak orang lain hingga anaknya dan anak tersebut menjadi saudara sesusuan.

Saudara sesusuan ini dilarang menikah karena hukumnya sudah seperti mahram.

Lantas, bagaimana jika seorang suami yang menelan ASI dari istrinya? Apakah jadi mahram?

Dilansir PORTAL JEMBER dari kanal Youtube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 16 Desember 2017, berikut jawaban Buya Yahya atas pertanyaan tersebut.

Jika ditanya masalah hukum suami meminum ASI istri, maka jawabannya adalah boleh. Jadi, tidak ada masalah jika suami meminum ASI istrinya, asal tidak rebutan dengan anak.

Tapi, yang jadi masalah kemudian adalah apakah suami menjadi mahram bagi istri? Mengingat menikah dengan mahram hukumnya haram dan tidak sah pernikahannya.

Buya Yahya kemudian menjelaskan ada beberapa hal yang membuat seseorang menjadi mahram saat minum ASI.

Pertama, usianya masih dua tahun atau kurang dari itu. Jadi, jika usia suami sudah 30 atau 40 tahun tidak akan jadi mahram.

Selanjutnya, bayi tersebut harus menyusu minimal lima kali susuan yang cukup.

Jadi, jika seorang bayi menyusu, kemudian dengan suka rela melepasnya, maka itu sudah terhitung satu kali susuan.

Jika sampai lima kali demikian, maka sudah terhitung sebagai ibu susuan dan anak tersebut menjadi mahram.

Maka, anak si ibu susuan ini tidak boleh menikah dengan anak susuannya. Selanjutnya, ASI tersebut diambil ketika si ibu masih hidup, meskipun diminum ketika sudah meninggal.

Hal ini berkaitan dengan ASI yang disimpan di Bank Susu. Biasanya hal ini ada di daerah Eropa.

Leave a reply "Hukum Seorang Suami Meminum ASI Istri Menurut Buya Yahya, Apakah Jadi Mahram?"

Author: 
author