Apa Hukum Merayakan Tahun Baru dalam Islam? Begini Kata Ustadz Abdul Somad

Tahun baru selalu ditunggu-tunggu oleh sebagian orang. Ini karena dinilai sebagai perayaan untuk menyambut pergantian tahun yang baru. Tak sedikit di antaranya merayakan dengan pesta, berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.

Namun, bagaimana hukum merayakan tahun baru masehi dalam Islam? Ustadz Abdul Somad dalam tausiahnya mengatakan, merayakan tahun baru masehi merupakan ritual, seperti meniup terompet atau menyalakan lilin. Jadi, menurutnya itu hanya menghabiskan waktu atau membuang waktu saja.

“Apakah boleh memakai alat non muslim, boleh termasuk kalender. Tapi ketika sudah masuk dalam ritual atau ibadah, seperti meniup terompet, itu sudah masuk dalam ritual dan kemudian menyalakan lilin itu percuma membuang waktu,” tutur Ustadz Abdul Somad yang dikutip dari Taman Surga Net, Jumat (31/12/2021).

Untuk itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan ada baiknya pergantian tahun dilakukan dengan cara berdzikir kepada Allah SWT di masjid terdekat. Jika tidak ada, lebih baik tidur selepas isya.

“Oleh sebab itu tidak ada cara lain, kalau kebetulan malam tahun baru itu ada dzikir di masjid, datang ke masjid, kalau tidak ada habis Isya tidur,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Leave a reply "Apa Hukum Merayakan Tahun Baru dalam Islam? Begini Kata Ustadz Abdul Somad"

Author: 
author