Kisah Sedih Pak Eeng, Ditinggalkan Istri dan Anak-Anak Karena Mengidap Kaki Gajah

Kaki gajah sakit selama 15 tahun dan tidak dapat disembuhkan. Kaki semakin membesar dan bengkak, mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kini, dia diancam akan diamputasi Setiap malam, apalagi saat cuaca dingin, Pak Eeng selalu mengerang dan merasakan sakit dan pegal di kaki kanan dan tangan kanannya yang bengkak.
“Perih, ngenyut.. Apalagi pas cuaca dingin. Ditambah kalau nanah dari luka di kaki ini keluar dan ngucur, rasanya perih, sakit, dan bau banget…” tutur beliau

15 tahun yang lalu, dimulai saat kegiatan pemotongan kerbau untuk dibagikan kepada masyarakat, kaki Pak Eeng terkena darah kerbau tersebut. Keesokan harinya, tubuh Pak Eeng demam tinggi, kaki kanan dan tangan lumpuh, akhirnya ada benjolan yang tumbuh. Setahun kemudian, penyakit Pak Eeng tidak kunjung sembuh dan istrinya meminta cerai dan anak tersebut pergi bersama istrinya.
Setelah perceraian, Pak Eeng tidak punya apa-apa lagi, bahkan tidak punya tempat tinggal. Pak Eeng tinggal sendiri. Untungnya ada orang baik yang memberi saya tumpangan ke rumah dan memberinya pekerjaan untuk merawat taman.

Penghasilan Pak Eeng tidak pasti. Jika seseorang menggunakan jasanya, dia hanya mendapat 25 ribu gaji. Dalam sebulan, penghasilannya hanya mencapai 300 ribu. Hidup sendiri dan dalam kondisi sakit dengan kaki membesar dan membusuk tidak membuatnya menyerah. Pak Eeng tetap bekerja meski harus kesakitan. Apapun yang dia lakukan demi bisa memenuhi kebutuhan.
Setiap hari saya ke kebun, bersihin rumput di kebun orang, lumayan bisa buat makan. Pulang dari kebun, langsung ke rumah. Mau kumpul sama orang-orang rasanya malu, soalnya kaki saya begini dan bau banget. Saya aja nyium baunya rasanya ingin muntah, apalagi orang lain…” ungkapnya, lirih.

Leave a reply "Kisah Sedih Pak Eeng, Ditinggalkan Istri dan Anak-Anak Karena Mengidap Kaki Gajah"

Author: 
author