Sudah Jadi Tradisi, Bolehkah Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Bulan suci Ramadhan 2022 atau 1443 H akan datang sebentar lagi, inilah momen yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia.

Bagi sebagian orang, ada beberapa tradisi yang biasa dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Di antara tradisi tersebut ada satu kegiatan yang bisa dibilang hampir semua kalangan melakukannya.

Kegiatan yang dimaksud adalah ziarah kubur. Biasanya yang diziarahi meliputi makam keluarga, sanak saudara, dan leluhur terdahulu.

Lantas bolehkah dalam Islam melakukan ziarah kubur yang memang sudah menjadi tradisi jelang bulan Ramadhan?

Berikut penjelasan lengkapnya seperti dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah oleh kanal YouTube SM Channel pada 29 Maret 2021.

Menurut Ustadz Abdul Somad ada 3 hal yang membuat ziarah kubur menjadi dilarang dan tidak boleh.

Beliau mengambil sebuah fatwa dari kitab fatawa Al-Ahzar nama muftinya Syeikh Athiyah Saqar yang menjelaskan tentang ziarah kubur.

Dalam kitab tersebut diterangkan bahwa ziarah kubur boleh dilakukan asalkan tidak terkait dengan 3 perkara.

“Maka di situ umum, artinya ziarah kubur bebas boleh-boleh saja selama tidak ada tiga,” kata Ustadz Abdul Somad.

“Yang pertama mengapa ziarah kubur itu dilarang, dulu orang ziarah kubur itu untuk menyombong-nyombong, membangga-banggakan diri, sampai di kubur pun tetap bangga,” ujarnya.

“Yang kedua, tidak boleh ziarah kubur kalau meminta kepada manusia, karena meminta hanya kepada Allah,” imbuhnya.

“Yang ketiga kalau hanya untuk disitu digunakan shirath mubalagah, ada seorang ibu yang anaknya meninggal lalu dia ziarah tiga kali sehari hanya untuk mempersedih-sedih diri, tak boleh, berarti dia tak ridho menerima takdir Allah SWT,” terangnya.

Lebih jauh Ustadz Abdul Somad menuturkan bahwa ziarah kubur itu sebaiknya memiliki 3 tujuan. Adapun tujuan tersebut salah satunya adalah untuk mengingat kematian.

“Adapun ziarah kubur kalau tujuannya tiga, pertama melembutkan hati, yang kedua meneteskan air mata, yang ketiga mengingat mati, maka hukum ziarah kubur tentu dengan adab-adabnya,” pungkasnya.

Dari penjelasan tersebut maka dapat dikatakan bahwa ziarah kubur sebagai tradisi jelang bulan Ramadhan, jika diniatkan untuk mendoakan yang sudah meninggal dunia maka diperbolehkan.

 

Leave a reply "Sudah Jadi Tradisi, Bolehkah Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad"

Author: 
author