Potret Perjuangan Anak Yatim Ini, Rela Putus Sekolah dan Jadi Buruh Cuci Supaya Bisa Cari Nafkah Untuk Neneknya

M parhan adalah seorang yatim yang sejak lahir mengalami keterbelakangan mental yang dimana hal itu memaksa parhan harus mengenyam pendidikan yang berbeda dibandingkan dengan teman-teman bermainnya

memang tidak terlihat perbedaan secara fisik namun setelah didalami ternyata parhan mengalami keterlambatan sensorik yang dimana hal itu menyebabkan parhan lambat untuk merespon.

Demi mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keadaan parhan yang mengalami keterlambatan sensoriknya tidak semudah yang bisa kita bayangkan. semenjak sang ayah meninggal dunia 4 tahun lalu parhan mulai mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

Ibu yang sudah beberapa bulan lalu sering mengalami sakit-sakitan seta nenek yang sudah tidak bisa melihat lagi parhan harus bisa rawat dengan segala keterbatasan.

Semenjak sang ibu dan nenek mengalami sakit-sakitan parhan tidak bisa pergi sekolah lagi karena harus merawat sang ibu dan neneknya

Demi terpenuhi semua kebutuhan setiap hari parhan bekerja sebagai seorang cuci

Hanya dengan upah 10 ribu perhari sudah cukup bagi prahan dan ibu serta neneknya untuk makan setiap hari meskipun terkadang nasi sepiring harus mereka makan bertiga.

Tak terbayang, betapa tangguhnya bocah yatim ini. Jauh dari kata layak, kehidupannya begitu memprihatinkan. kerasnya kehidupan menjadi teman tumbuhnya saat ini. Jangankan bermanja, Parhan ini sudah harus mencari nafkah.

Leave a reply "Potret Perjuangan Anak Yatim Ini, Rela Putus Sekolah dan Jadi Buruh Cuci Supaya Bisa Cari Nafkah Untuk Neneknya"

Author: 
author